Mengawali lembaran bulan Syawal 1447 H dengan semangat kemenangan, keluarga besar Pondok Pesantren Gadingmangu Jombang, Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, dan Pondok Pesantren Al Ubaidah Nganjuk menggelar kegiatan Silaturahmi serta Halal Bihalal pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sedikitnya 500 peserta, yang mempertemukan seluruh jajaran pengurus, jajaran ustadz-ustadzah, hingga para pimpinan dari ketiga lembaga pendidikan Islam ternama tersebut.
Acara ini bukan sekadar seremoni perayaan Idul Fitri, melainkan menjadi momentum strategis untuk mempererat tali persaudaraan antar civitas akademika pesantren. Sinergi lintas pesantren ini bertujuan untuk menyatukan visi dalam mewujudkan Pondok Pesantren Gadingmangu yang “Profesional Religius”. Melalui penguatan jejaring internal ini, diharapkan kualitas tata kelola pendidikan dan pembinaan karakter santri dapat semakin meningkat dan relevan dengan tantangan zaman.
Hadir memberikan arahan, Kiai Sepuh Abah KH Sulthon Aulia Abdul Aziz dalam tausiyahnya mengajak seluruh peserta untuk menjaga nilai kebersamaan dan konsistensi ibadah pasca-Ramadan. Beliau menekankan bahwa momentum Syawal adalah titik tolak untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Menurutnya, api semangat yang telah menyala selama bulan suci harus tetap dijaga agar menjadi pendorong dalam berbuat kebaikan di bulan-bulan berikutnya.
Selain aspek spiritual, KH Sulthon Aulia juga memberikan perhatian khusus pada dimensi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau mengingatkan para pengurus pesantren akan pentingnya meningkatkan kerukunan dan kekompakan sebagai fondasi utama dalam berdakwah. Beliau meyakini bahwa dengan internal yang solid dan rukun, keberadaan pondok pesantren akan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas dan nyata bagi kemaslahatan umat.
Senada dengan hal tersebut, KH Basiya Adhi Banadi menyampaikan bahwa pertemuan ini berfungsi sebagai sarana recharging atau pengisian ulang semangat pengabdian bagi para tenaga pendidik. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah berjuang tanpa lelah membimbing para santri sepanjang bulan Ramadan. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan kerukunan dan kekompakan demi menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Sebagai penutup, acara dirangkai dengan sesi halal bihalal dan ramah tamah yang penuh kehangatan. Momen ini dimanfaatkan para peserta untuk saling berjabat tangan, berbincang santai, hingga bertukar pengalaman inspiratif dalam mengelola institusi pendidikan. Suasana akrab yang tercipta menjadi potret nyata kuatnya persaudaraan dan persatuan antar pondok pesantren dalam mengawal dakwah dan pendidikan di tanah air.
Other articles you might like;

