Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pondok Pesantren Gadingmangu kembali menggelar peringatan hari besar nasional melalui acara bertajuk “Semarak HUT Kemerdekaan RI Ke-81”. Perhelatan akbar yang berlangsung meriah ini dilaksanakan selama enam hari berturut-turut, mulai dari tanggal 13 hingga 18 Agustus 2026. Berpusat di halaman pondok, acara ini sukses menciptakan antusiasme luar biasa dari ribuan warga pesantren maupun masyarakat sekitar.
Ketua Panitia Kegiatan, Nurul Firdaus, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga membawa nilai-nilai edukasi dan sosial. Kegiatan ini diawali dengan Aksi Bersih Lingkungan yang melibatkan partisipasi masif dari 4.000 peserta, yang terdiri dari seluruh santri dan warga pondok. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang dengan tujuan utama untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, melatih kerja sama dan kekompakan, serta membangun karakter luhur para santri.
Kemeriahan peringatan HUT RI ini semakin terasa dengan digelarnya berbagai perlombaan yang diikuti oleh 2.515 peserta dari 505 tim. Terdapat 31 cabang perlombaan yang diselenggarakan dengan mengusung enam karakteristik utama, yakni keunikan, permainan yang menyenangkan (fun game), dan inklusivitas yang melibatkan seluruh peserta. Selain itu, perlombaan juga ditekankan pada permainan kolaboratif berbasis kerja tim (team building), implementasi karakter luhur, serta memberikan dampak sosial yang positif.
Puncak dari semarak kemerdekaan ini ditandai dengan hadirnya panggung hiburan yang sukses menyedot perhatian 5.500 penonton, mulai dari kalangan santri, warga pondok, hingga pengunjung umum. Panggung hiburan ini menyajikan berbagai pertunjukan, salah satunya adalah pementasan drama teatrikal bertajuk “Kontribusi Pesantren dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”. Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan atraksi seni bela diri pencak silat hingga pemutaran film dokumenter yang inspiratif.
Di tengah tingginya euforia perayaan, pihak penyelenggara tetap mengedepankan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selama acara berlangsung, pihak pondok pesantren secara aktif mengimbau seluruh peserta dan pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan area kegiatan. Himbauan tersebut diwujudkan melalui kampanye membuang sampah pada tempat sampah terpilah yang telah disediakan, serta ajakan untuk selalu membawa botol minum pribadi (tumbler) guna menekan produksi sampah plastik.
Kesuksesan perhelatan megah ini tentu tidak terlepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak. Nurul Firdaus menambahkan, kelancaran acara ini mendapat dukungan penuh dari 41 pihak sponsor, di antaranya adalah Bakso Klenger, Omah Kebon, dan Arminareka. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor yang telah mendukung penuh, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini,” tutup Firdaus.

