JOMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu menggelar serangkaian acara semarak yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Terhitung sejak tanggal 16 hingga 22 Oktober 2026, peringatan ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, mulai dari perlombaan keagamaan, pentas panggung santri, hingga ditutup dengan upacara peringatan HSN yang penuh khidmat.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan kompetisi keagamaan yang bertujuan mengasah kemampuan komprehensif para santri. Beberapa cabang lomba yang dipertandingkan antara lain Lomba Kaligrafi, Adzan, Qira’ah, Cerdas Cermat, hingga pencarian bakat Da’i dan Da’iyah. Atmosfer pesantren kemudian semakin meriah dengan digelarnya panggung santri, sebuah wadah khusus yang diusung sebagai ajang unjuk prestasi serta unjuk kreativitas santri di luar kegiatan belajar mengajar.
Ketua Panitia HSN 2026 Ponpes Gadingmangu, Nurul Firdaus, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki landasan tujuan yang kuat bagi perkembangan mental dan akademik santri. “Acara ini kami kemas sebagai hiburan di sela-sela rutinitas mondok agar para santri semakin kerasan. Selain itu, ini juga menjadi pemantik semangat bagi santri lain, evaluasi hasil belajar, serta bentuk pelaksanaan arahan pemerintah sesuai Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 dan Surat Edaran Kemenag Nomor 6 Tahun 2026,” jelasnya.
Momentum perayaan HSN di Ponpes Gadingmangu ini turut mendapat apresiasi luas dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di wilayah setempat. Terlihat hadir dalam kemeriahan acara tersebut jajaran pejabat dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta jajaran aparatur Desa Gadingmangu yang memberikan dukungan penuh.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Jombang, Muhammad Agussalim, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Ponpes Gadingmangu dalam menyemarakkan HSN 2026. Dalam tausyiahnya, ia mengingatkan bahwa HSN lahir dari tonggak sejarah Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari. “Semangat ini supaya diwarisi santri dengan menjaga persatuan dan kesatuan, menjamin keselamatan sesama, berusaha memberi manfaat kepada sesama, dan tidak pelit mendoakan yang baik. Jika itu dilaksanakan, saya yakin Anda adalah pemimpin pada masa Indonesia Emas yang akan datang,” tegas Agussalim.
Puncak dari seluruh rangkaian peringatan HSN 2026 ini ditutup dengan pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional yang diselenggarakan dengan tertib di halaman utama Pondok Pesantren Gadingmangu. Momen pamungkas tersebut sekaligus dirangkai dengan sesi penyerahan piala dan penghargaan kepada para santri berprestasi, yang diharapkan mampu menjadi pendorong semangat santri untuk terus berkarya di masa depan.

