
Nama Latin: Alstonia Scholaris
Toksonomi
- Ordo : Gentianales
- Famili: Apocynaceae
- Genus: Alstonia
- Spesies : Alstonia scholaris(L.) R.Br
Ciri-ciri :
- Ukuran: Pohon besar, mencapai 40–50 m di habitat alaminya; di perkotaan umumnya tumbuh sekitar 20 m, dengan lebar tajuk ±10 m.
- Batang & Kulit Kayu: Kulit luar berwarna abu-abu ke cokelat, permukaannya tidak rata; ketika dilukai mengeluarkan getah putih susu khas.
- Daun: Tunggal, tersusun 3–10 helai secara melingkar (whorled), bentuk lonjong—bagian atas daun hijau gelap mengkilap, bagian bawah hijau pucat atau keabu-abuan.
- Bunga: Kecil, majemuk, warna putih, krem, atau hijau kekuningan—menggantung dan beraroma harum, terutama mekar di malam hari.
- Buah & Biji: Buah lonjong seperti pita (panjang sekitar 20–50 mm), berisi biji kecil berbulu yang siap tersebar.
- Persebaran: Asli di Asia Selatan dan Asia Tenggara—termasuk Indonesia—serta Asia Timur (Tiongkok), Australia utara, dan berbagai pulau Pasifik.
Manfaat Lingkungan:
- Sebagai Obat Tradisional: Beberapa bagian tanaman ini seperti kulit batang dan getahnya dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional Ayurveda alternatif untuk mengobati berbagai penyakit seperti asma, malaria, demam, disentri, diare, epilepsi, penyakit kulit, gigitan ular, dan sebagainya. Tanaman ini memiliki sifat antipiretik, antimalaria, antihipertensi, serta antiadrenergic, dan melancarkan saluran darah.
- Industri Furnitur: Kayu pulai memiliki karakteristik yang baik, ringan namun cukup kuat sehingga dapat digunakan dalam industri konstruksi untuk pembuatan furnitur, atap, pintu, meja, papan tulis dan berbagai produk kayu lainnya. Ketersediaan kayu pulai memberikan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi industri mebel/furnitur.
- Sebagai penyejuk alami: Pohon ini banyak digunakan untuk penghijauan karena daunnya hijau mengkilat, rimbun dan melebar ke samping sehingga memberikan kesejukan. Tajuk pohonnya yang lebar dan rimbun membuat pohon pulai menjadi sumber naungan yang baik, membantu menurunkan suhu lingkungan sekitarnya dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.
- Mendukung Fungsi Zona Hijau: Pohon pulai mendukung fungsi zona hijau yang mampu menyerap air hujan, menjaga kelembaban tanah, dan membantu menurunkan suhu lingkungan. Efek ini sangat bermanfaat dalam mengurangi kebutuhan pendingin ruangan, yang secara tidak langsung juga menekan konsumsi energi listrik.