Pamekasan (23/6) Pondok Pesantren Gadingmangu, bersama dengan 24 pesantren terpilih lainnya dari Jawa Timur dan Bali, turut serta dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pesantren Ramah Lingkungan. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai upaya memperkuat peran pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pelatihan intensif selama empat hari ini berlangsung dari Jumat, 20 Juni 2025, hingga Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Hotel Odaita, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari 25 pesantren terpilih yang telah lolos seleksi, menunjukkan kapasitas dan komitmen mereka terhadap isu lingkungan. Pesantren terpilih yang hadir adalah Pondok Pesantren Gadingmangu Jombang, Madrasatul Quran Tebuireng, KH. Abdul Chalim, Thursina International Islamic Boarding School Malang, Bustanul Ulum, Matholi’ul Anwar, Raudlatul Islamiyah, Sabilur Rahmah, Royan Al-Manshurien, Miftahul Ulum Al Asy’ariyah Putri Bunten, Modern Hikmatuddien, Nurul Hidayah, Miftahul Khoir, MTA Tahfidz Al Amien Prenduan, Firdaus, Arraudhah Utara, Fathul Ulum, Al-Ishlah, Bayt Al Hikmah Pasuruan, Salafiyah Kapurejo Pagu Kediri, Darut Tholabah, PPTQ Al Himmah Dau Malang, Bustanus Syubban, Miftahul Ulum, dan Al Azhar. Kehadiran berbagai pesantren dari berbagai daerah ini menciptakan sebuah forum yang beragam dan interaktif untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Selama kegiatan, para peserta dibekali pemahaman mendalam tentang pentingnya ekosistem berkelanjutan dan bagaimana pesantren dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan budaya ramah lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman. Metode pelatihan yang interaktif, dengan komunikasi dua arah, tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga memperkuat jejaring antar-pesantren. Hal ini mendorong terbentuknya kolaborasi untuk menginisiasi program lingkungan nyata di lapangan.
Salah satu momen dalam pelatihan ini adalah kunjungan lapangan ke Pesantren Ramah Lingkungan Annuqayah di Guluk-Guluk, Sumenep. Para peserta diajak melihat langsung proses komprehensif, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemusnahan limbah, serta meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terintegrasi. Pengalaman ini memberikan wawasan konkret dan memicu inspirasi baru bagi para peserta untuk diterapkan di pesantren masing-masing.
Profesor Iim Himatusa’diyah, ketua fasilitator, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat peran pesantren dalam mewujudkan lingkungan yang ramah lingkungan. “Peserta yang kami undang adalah mereka yang telah lulus seleksi dan memiliki kapasitas di pesantrennya masing-masing, sehingga mereka akan lebih mudah mengaplikasikan hasil pelatihan ini di pesantrennya,” ujarnya. Harapannya, ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di seminar, melainkan menjadi aksi nyata.
Nurul Firdaus, salah satu peserta dari Pondok Pesantren Gadingmangu, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat efektif dalam mendukung implementasi program pesantren ramah lingkungan. Partisipasi dalam kegiatan ini memperkuat kapasitas kami, yang pada gilirannya akan mempercepat realisasi visi Pondok Pesantren Gadingmangu sebagai ecopesantren,” katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat menjadi pelopor dalam gerakan pelestarian lingkungan.

