Pondok Pesantren Gadingmangu menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menghadiri undangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berfokus pada pendampingan dan asistensi penyusunan dokumen EcoPesantren tahun 2025 ini berlangsung di Ruang Rapat Adipurna DLH pada Kamis (21/8/2025), dan dihadiri oleh enam pondok pesantren lainnya. Inisiatif ini menandai langkah nyata pesantren dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Dokumen EcoPesantren bukan sekadar persyaratan administratif. Menurut Luluk Iftitah, salah satu pemateri dari DLH, dokumen ini adalah sebuah panduan komprehensif yang memetakan sejauh mana sebuah pesantren mampu menerapkan berbagai praktik ramah lingkungan. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah yang efektif, konservasi air, upaya penghijauan, pemanfaatan energi terbarukan, hingga inisiatif edukasi yang menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan santri.
Selain itu, program ini menekankan peran sentral santri sebagai agen perubahan. Ika Maftuhah Mustiqowati, pengasuh Ponpes Mambaul Hikam Diwek Jombang, menjelaskan bahwa santri adalah generasi penerus yang akan kembali ke masyarakat dengan membawa ilmu dan teladan. Ia menyampaikan, jika sejak dini mereka dibiasakan untuk menjaga kebersihan, menghemat energi, memilah sampah, dan merawat lingkungan, kebiasaan baik ini akan melekat sepanjang hidup mereka.
“Inilah yang kita sebut sebagai gerakan budaya lingkungan berbasis pesantren,” ungkap Ika Maftuhah. Filosofi ini mengakar pada keyakinan bahwa pendidikan karakter yang kuat di pesantren harus mencakup kepedulian terhadap alam. Dengan demikian, setiap santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga etika lingkungan yang kuat, menciptakan dampak positif yang meluas hingga ke komunitas tempat mereka berasal.
Partisipasi Ponpes Gadingmangu dalam program ini adalah bukti konkret dari keseriusan mereka. M. Naufal, utusan Ponpes Gadingmangu, menyampaikan rasa terima kasih kepada DLH Kabupaten Jombang atas bimbingan yang telah diberikan. Ia menyebut bimbingan tersebut sangat membantu pesantren dalam mewujudkan cita-cita menjadi EcoPesantren.
Hal ini menekankan pentingnya konsistensi dalam implementasi sehingga Ponpes Gadingmangu dapat terus teguh dalam mewujudkan pesantren yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Langkah ini bukan hanya demi memenuhi standar formal, melainkan untuk membangun sebuah ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, di mana nilai-nilai spiritual dan lingkungan dapat tumbuh berdampingan.

