Demi membangun sinergi antara lembaga dakwah dan pendidikan pesantren, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) melakukan kunjungan strategis ke Pondok Pesantren Gadingmangu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (13-14/9/2025), ini menandai komitmen kuat DPP LDII dalam mendukung pendidikan pesantren sebagai benteng moral dan keimanan bagi generasi muda, khususnya perempuan.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi diisi dengan rangkaian kegiatan yang substantif. Salah satunya adalah survei menyeluruh terhadap fasilitas asrama putri. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dan memberikan masukan konstruktif dalam pengelolaan fasilitas yang menunjang kenyamanan dan keamanan santriwati. Tinjauan langsung ini menjadi langkah nyata DPP LDII untuk memastikan lingkungan belajar di pesantren tetap optimal.
Puncak dari kegiatan ini adalah pengajian keputrian yang diikuti oleh 1.500 peserta. Kegiatan ini melibatkan para istri ustaz dan seluruh santri putri. Pengajian tersebut menghadirkan dua pemateri utama dari DPP LDII, yaitu Neneng Karyawati dan Lilik Ulfayanti, yang menyampaikan pesan-pesan inspiratif dan motivasi terkait penguatan karakter perempuan.
Neneng Karyawati dalam pemaparannya menyoroti pentingnya karakter di atas segalanya. “Kecantikan hanya menemanimu sampai tanah, tetapi karakter akan menemanimu sampai jannah,” ucapnya. Kalimat ini memberikan penekanan bahwa kecantikan fisik bersifat fana, sementara karakter yang mulia akan membawa keberkahan di dunia dan akhirat. Pesan ini disambut antusias oleh seluruh peserta, yang mengisyaratkan kesadaran kolektif akan nilai-nilai non-fisik.
Senada dengan itu, pemateri Lilik Ulfayanti menyampaikan pesan yang tak kalah mendalam. Ia menekankan peran pondok pesantren dalam membentuk benteng keimanan yang kokoh. “Guru hanya dapat menjadi benteng dan nasihat di saat berada di pondok, tetapi karakter yang terbentuk selama mondok dapat menjaga benteng keimanan yang kuat walaupun sudah tidak berada di pondok,” ungkap Lilik. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter yang kuat adalah investasi jangka panjang yang akan melindungi santri dari berbagai tantangan di luar pondok.
Nurul Firdaus, Sekretaris Pondok Pesantren Gadingmangu, yang mewakili Kyai H. Basiya Adhi Banadi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi. “Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan arahan dari DPP LDII. Kunjungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengasuhan di Pondok Pesantren Gadingmangu,” ujarnya. Pernyataan ini mengukuhkan sinergi yang telah terjalin dan membuka jalan untuk kolaborasi yang lebih erat di masa depan demi mewujudkan generasi muslimah yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

