Jombang (23/6) Dalam sebuah langkah kolaboratif yang signifikan, Pondok Pesantren Gadingmangu telah dipercaya oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang untuk mengelola program “Sedekah Sampah”. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Asta Protas Kemenag untuk Penguatan Ekoteologi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung dari 13 hingga 23 Juni 2025, menandai sebuah upaya bersama untuk mendorong kesadaran lingkungan di kalangan pesantren dan madrasah.
Program ini, yang diberi nama “Aksi Bersama Gema Sajadah” (Gerakan Madrasah – Sampah Jadi Sedekah), melibatkan 27 titik pengumpulan di seluruh Kabupaten Jombang. Pondok Pesantren Gadingmangu secara khusus ditunjuk sebagai pusat pengumpulan untuk wilayah Kecamatan Perak. Ini menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan oleh pemerintah daerah terhadap komitmen pesantren dalam isu-isu lingkungan.
Seluruh madrasah, pondok, dan sekolah di wilayah Kecamatan Perak berpartisipasi aktif dengan menyetorkan sampah mereka ke Bank Sedekah Sampah yang berlokasi di Pondok Pesantren Gadingmangu. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian disalurkan ke Bank Sampah Induk (BSI) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, memastikan bahwa limbah diproses dan dikelola dengan benar. Ini menciptakan sebuah sistem sirkular yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberdayakan komunitas.
Sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, “Ending Plastic Pollution”, program ini berfokus pada pengumpulan sampah anorganik non-B3 yang memiliki nilai ekonomi. Jenis sampah yang disedekahkan mencakup botol plastik, gelas plastik, minyak jelantah, besi/logam, kertas, dan berbagai limbah lainnya. Hal ini menekankan pentingnya pemilahan sampah di tingkat sumber untuk memaksimalkan nilai daur ulang.
Nurul Firdaus, Sekretaris Pondok Pesantren Gadingmangu, menyambut baik program ini. “Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik program Kemenag ini, dan kami telah melaksanakan tugas ini dengan baik,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan komitmen pesantren untuk melanjutkan kebiasaan baik ini, bahkan setelah kegiatan resmi berakhir. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bersifat temporer, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan kebiasaan jangka panjang.
Sebagai bukti keberhasilan program ini, Pondok Pesantren Gadingmangu telah berhasil menyetorkan total 97,990 Kg sampah ke Bank Sampah Induk (BSI) Jombang. Angka yang fantastis ini tidak hanya menunjukkan antusiasme peserta, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pesantren dan lembaga pendidikan dapat memainkan peran sentral dalam mengelola sampah dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain untuk mengembangkan inisiatif serupa di masa depan.

