Jakarta (7/4). Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Polpum Kemendagri), Prof. Akmal Malik, menekankan pentingnya peran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan materi dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa malam (7/4/2026).
Dalam paparannya, Prof. Akmal Malik menyoroti kondisi dunia yang sedang tidak menentu akibat krisis pangan dan energi. Ia menekankan bahwa Indonesia, dengan populasi mencapai 280 juta jiwa, menghadapi tantangan besar dalam hal ketersediaan lahan dan ketergantungan pada komoditas impor. Menurutnya, ketahanan nasional hanya dapat tercapai apabila kebutuhan paling mendasar masyarakat, yaitu pangan, dapat terpenuhi dengan baik melalui kemandirian domestik.
“Saya ingin mengajak ormas sebesar LDII untuk menyuarakan dan melakukan hal nyata guna mencegah perebutan sumber daya yang dapat memicu konflik di masa depan,” ujar Prof. Akmal. Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep “Green Dakwah” dan “Dakwah Bil Hal” (dakwah dengan perbuatan nyata) yang selama ini dijalankan oleh LDII, yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan strategis bangsa saat ini.
Lebih lanjut, Dirjen Polpum Kemendagri ini mendorong para pendakwah untuk tidak hanya mahir dalam berdakwah secara lisan (bil kalam), tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui pertanian, peternakan, dan perdagangan. Menurutnya, kemandirian ekonomi pendakwah akan membuat dakwah menjadi lebih kuat dan tidak tergantung pada pihak lain.
Dalam sesi tanya jawab, Prof. Akmal Malik juga menawarkan kolaborasi konkret berupa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendagri dan LDII. Ia berjanji akan memfasilitasi percontohan ketahanan pangan di daerah-daerah dengan menghubungkan pengurus ormas kepada kepala daerah terkait. Fokus utama dari kerja sama ini adalah hilirisasi produk pertanian agar masyarakat mendapatkan nilai tambah dari hasil panen mereka.
Menanggapi paparan tersebut, Sekretaris Pondok Pesantren Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyatakan dukungannya terhadap visi yang disampaikan oleh Dirjen Polpum Kemendagri. Beliau menilai bahwa ajakan untuk mandiri secara pangan dan ekonomi merupakan langkah yang sangat strategis bagi lingkungan pesantren. Menurutnya, kemandirian pesantren dalam memenuhi kebutuhan internal sekaligus membantu masyarakat sekitar adalah bentuk pengabdian yang nyata kepada negara.
“Apa yang disampaikan oleh Prof. Akmal Malik mengenai transformasi mental dari ‘keluhan menjadi karakter’ sangat sejalan dengan pendidikan yang kami terapkan di Gadingmangu. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi seperti smart farming dan pengelolaan limbah sebagai bagian dari kontribusi santri terhadap ketahanan nasional. Kami berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dan pusat ke depan dapat semakin memperkuat gerakan dakwah yang produktif dan bermanfaat bagi umat,” pungkas Nurul Firdaus di akhir acara.

