Jombang (5/6/2025) Pondok Pesantren Gadingmangu, Jombang, menunjukkan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan dengan menyelenggarakan aksi bersih-bersih dan apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (3/6) hingga Kamis (5/6), ini melibatkan seluruh elemen pondok, termasuk santri dan ustadz-ustadzah.
Fokus utama dari kegiatan bersih-bersih ini mencakup area internal dan eksternal pondok. Seluruh asrama, halaman pondok, aula, dan masjid dibersihkan secara menyeluruh. Lebih jauh, kepedulian terhadap lingkungan juga merambah ke wilayah sekitar dengan melibatkan pembersihan lingkungan masyarakat serta jalan-jalan utama di area Perak Gadingmangu, menunjukkan peran aktif pesantren dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kyai Basiya Adhi Banadi, Ketua Pondok Pesantren Gadingmangu, menyampaikan antusiasme tinggi dari seluruh civitas akademika dalam kegiatan ini. Partisipasi aktif ini merupakan wujud nyata dari perhatian pondok terhadap isu lingkungan hidup. Ini sejalan dengan visi pesantren untuk tidak hanya mencetak generasi yang berilmu, tetapi juga yang memiliki kesadaran lingkungan tinggi sebagai wujud implementasi dari karakter luhur akhlakul karimah, tegas Purnawirawan Komisaris Besar Polisi tersebut.
Sekretaris Pondok Pesantren Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyampaikan selain aksi bersih-bersih, Pondok Pesantren Gadingmangu juga mengimplementasikan berbagai upaya pengurangan sampah yang inovatif. Para santri juga didorong untuk melakukan pemilahan sampah secara rutin, sebuah praktik yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang.
Lebih lanjut, inisiatif pengurangan sampah juga diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari. Santri diwajibkan untuk menghabiskan makanan mereka dan tidak menyisakan makanan, serta membawa tumbler dan kotak makan sendiri saat membeli minuman atau jajanan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalisir produksi sampah dari sumbernya, mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di dalam komunitas pesantren.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain serta masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Pondok Pesantren Gadingmangu membuktikan bahwa pendidikan agama dan kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan, menciptakan generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

